Tambrauw – Warga dari 5 Kampung di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, sudah dua bulan mengungsi ke dalam hutan akibat sejumlah aksi teror. Rentetan teror itu antara lain kasus penembakan, penembakan, hingga kasus pembacokan terhadap warga sipil.
Kapolres Tambrauw AKBP Aries Dwi Chayanto mengatakan Forkompinda Tambrauw sudah berunding untuk mencari solusi memulangkan para warga yang mengungsi. Dia berharap warga tersebut tidak selamanya tinggal di dalam hutan.
Baca Juga : Tambrauw Lanjutkan Pembangunan Gereja Advent di Kampung
“Kita sudah menggelar rapat bersama Forkompinda, Kepala Distrik Bamsumaba dan 5 kepala kampung. Kita upayakan agar warga yang mengungsi di Kota Sorong dan sebagian kecil di hutan segera kembali,”
Dia mengatakan Forkompinda sudah 2 kali melakukan pertemuan untuk membahas pemulangan para pengungsi. Dia memastikan upaya tersebut dilakukan dalam waktu dekat agar warga dapa beraktivitas seperti biasa.
“Saya menjamin situasi di Kabupaten Tambrauw aman. Masyarakat dapat beraktivitas seperti biasa apalagi sekarang sudah ditempatkan pos kotis,” jelasnya
















